resensi maryamah karpoov
Resensi
I. Identitas buku
1) Judul buku : maryamah karpov
2) Pengarang : andrea hirata
3) Penerbit : PT BENTANG
4) Tahun terbit / cetakan ke : pertama 2008
5) Tebal buku / jumlah halaman : 504 halaman
6) Ilustasi cover : didominasi oleh warna hitam dan putih
7) Genre : romance
II. Pendahuluan
1) Kepengarangan
Andrea lahir di belitung. Melalui beasiswa, andrea menempuh pendidikan master of science. Dia telah menyelesaikan 4 buku tetralogi lascar pelangi yang merupakan sumbangan terpenting bagi khazanah Indonesia. Maryamah karpov adalah karya pamungkas setelah lascar pelangi, sang pemimpi dan edensor. Dengan tetralogi itu, andrea menyajikan sebuah genre yang kami sebut sebagai cultural literary non fiction, yaiut sebuah karya non fiksi yang di garap secara sastra berdasarkan pendekatan budaya.
2) Gambaran umum
Penulisan dengan pendekatan ini jarang terjadi dalam khazanah sastra Indonesia dan tidak dibayangkan akan berhasil dalam industri perbukuan. Namun, tetralogi laskar pelangi tarnyata berhasil merobohkan mitos didalam ranah sastra mupn industri buku karena terbukti mampu meraih prestasi yang fenomenal..
Buku ini menggambarkan keadaan masyarakt kelas bawah yang sebenarnya. Mulai dari hobi masayarakat sampai tingkat perbedaan kelas social semuanya digambarkan dalam buku ini.
3) Tujuan
v Agar kita bisa melihat sesuatu dengan lebih bijak
v Agar kita dapat mengerti arit sebuah perjuangan
III. sinopsis
Maryamah karpoov
Setelah ikal mempertahankan tesisnya di depan para penguji yang salah satunya Prof Hopkins Turnbull, supervisor tesisnya. DanDAN AKHIRNYAtesis nya pun diterima. Setelah pesta perpisahan bersama teman-temannya ikal pun kembali ke Indonesia. menyelesaikan program magisternya Ikal pulang ke tanah air
Perjalanannya ke tanah kelahirannya, Belitong, tidak berjalan mulus. Pasalnya tiket kapal habis. Jadi ia harus menunggu keesokan harinya untuk pulang.
Saat kepulangannya itulah ia mulai melihat lagi, bahwa begitu getirnya kehidupan rakyat kecil. Kapal yang ditumpangi Ikal itu begitu besar, sehingga kapal itu tidak dapat merapat di pelabuhan Belitong. Sebab perairannya terlalu dangkal untuk disinggahi kapal sebesar itu. Pilihan satu-satunya, kapal itu berhenti di tengah laut dan penumpang yang akan singgah di Belitong dijemput belasan perahu kecil nelayan. Inilah yang dimaksud sebagai kelu yang sebenarnya oleh si Ikal, karena penumpang diturunkan melalui tangga tali yang licin dan curam setinggi tiga puluh meter dari kapal menuju perahu-perahu kecil yang menyambutnya nun di bawah sana.
Perahu-perahu itu terombang-ambing hebat karena angin kencang dan gelombang besar sampai dua meter, bergemuruh menghajar dinding kapal. Buih putih membuncah, terhambur pecah mengerikan. Tangga tali bergoyang-goyang, sangat mencemaskan. Tapi pada khirny ia tetap sampai ke belitung dengan selamat.
Perjalanan kembali ke tanah air, serupa peribahasa 'setinggi-tinggi bangau terbang, akhirnya hinggap ke pelimbahan (kubangan) juga', seperti itulah yang dialami Ikal. Sejauh apa ia mampu mencapai sudut-sudut dunia dan memasuki pergaulan lintas bangsa toh akhirnya harus menerima kenyataan kembali ke lingkungan asal yang bersahaja. Di sini timbul ironi bahwa ilmu tingkat tinggi yang diperoleh dengan susah payah di Perancis ternyata tak membawa pengaruh signifikan bagi dirinya juga kampung halamannya.
Kembali ke kampung halaman berarti berbaur dengan kultur nenek moyangnya. Serasa menemukan kembali mozaik-mozaik kenangan lama. Dengan gamblangnya bisa kita ketahui kebiasaan-kebiasaan orang Melayu Belitong, diantaranya adalah kebiasaan membual dan melebih-lebihkan cerita. Juga kebiasaan menyematkan nama baru di belakang nama asli, semata-mata untuk mengolok-olok bahkan merendahkan martabat yang empunya nama. Coba simak nama-nama unik berikut: Mahmuddin Berita Buruk, mendapatkan nama belakang seperti itu lantaran pekerjaannya sebagai tukang menyiarkan berita kematian lewat speker toa. Atau Marhaban Hormat Grak karena kebiasaannya menjadi komandan pasukan baris-berbaris di acara tujuh belasan, serta lebih banyak lagi nama-nama kocak lainnya lengkap dengan latar belakang diperolehnya nama tersebut.
Suatu ketika ada beberapa orang yang ditemukan mati di tengah laut. Dan kemungkinan mereka adalah salah satu kunci untuk pencarian A Ling karena mereka masih berhubungan keluarga dengan A Ling. Lalu Ikal memutuskan untuk membuat perahu untuk berlayar mencari A Ling yang kemungkinan hilang di gugusan kepulauan Batuan. Tapi ikal kebingungan bagaiman ia bisa membuat kapal sendiri, lalu ikal pun pergi ketempat pe,buatan kapal di pulau belitung.
Melihat caar pe,mbuatan kapal seperti itu ikal hampir putus asa . namun demi cintanya pada A ling, ikal pun tetap mencari ide. Ia mencari berbagai referensi buku, Ia juga meminta aria untuk mengirimkan desain kapal kepadanya. Tapi ikal juga masih kebingungan bagaimana ia bias endapatkan bahan baku yang sulit dicari tapi kemudian ikal pun bertemu kembali dengan sahabat2 Laskar Pelanginya juga teman-teman Societeit de Limpai. Ikal bertemu kembali dengan Lintang, Mahar, Samson, Syahdan, Sahara, Trapani, Harun, A Kiong, Flo, juga Kucai. Merka lah yang kemudian membantu ikal meberi semangat terutama mahar dan lintang. Lintang membantu dengan pemikirannya yang sngat luar biasa sedang kan mahar membantu dengan ilmu magis yang ia pelajari selama ini. Gabungan kedua ilmu ini sangat membantu ikal. Walupun sebearnya kedua ilmu mereka sangat bersebrangan.
pertemuan kembali dengan teman-teman lamanya yang tergabung dalam Laskar Pelangi.Mereka kini telah tumbuh dewasa dan masing-masing telah menemukan hidupnya. Sebuah ironi kembali dirasakan Ikal. Para sahabat Laskar Pelangi ini tak pernah pergi ke mana-mana, namun mereka telah menemukan hidup bahkan cinta sekaligus, sementara Ikal yang telah mencapai sudut-sudut dunia merasa tak menemukan apa-apa, tak juga cintanya. Setelah belasan tahun berlalu, persahabatan mereka tetap abadi bahkan dalam setiap kesulitan yang dihadapi Ikal, sahabat-sahabatnyalah yang jadi juru selamat. 'That's what friends are for', sesuai dengan ungkapan yang dicuplik dari sebuah lirik lagu.
. Pada masa pembuatan perahu, banyak kesulitan yang dihadapi ikal dalam membuat kapal, orang-ornag belitung banyak yang menganggap ikal sudah gila. Ikal hampir menyerah tapi teman teman lascar pelangi masih terus setia menemaninya Ikal juga belajar bermain Biola Nurmi yaitu anak Mak Cik Maryamah. Dengan penuh harapan demmi cintanya terhadap a aling ikal terus berjuang dan a Akhirnya perahu pun jadi dan diberi nama Mimpi-Mimpi Lintang. Ikal, Mahar, Chung Fa dan Kalimut pun ikut berlayar. Mereka bertemu Tuk Bayan Tula[5] dulu siapa tahu A Ling disekap Tuk Bayan Tula.
Keika bertemu tk bayan tula mahar sangat senang. Disini terjadi pertukaran yang sangat sengit antara mahar dan tuk bayan tula agar tuk membantu ikal dan kawa kawanyuntuk mencari aling. Mulai dari batu yang sangat langka sampai tokek berekor dua dikeluarkan mahar tapi tetaop saja tuk membantu karena tuk sudah mempunyai semua itu. Akhirnya mahar mengeluarkan sempanan nya yang terakhir yaitu sebuah TV portable. Ikal sangat kaget saat mahar mengeluarkan benda itu. Namun tidak disangka kalu tuk malah tertarik dengan benda itu yang di beli mahar di tongko bekas. Tuk pun mamebantu ikal. Tuk akhirnya meminta cucunya bernama Dayang Kaw yang memberitau bahwa mungkin A Ling ada di Batuan dan disekap oleh sebuah Lanun bernama Tambok. Kemudian mereka berlayrar menuju kr krpulauan batuan tap[I sebelum itu ternyata mahar jatuh cinta pada maura cucu tuk. Mahar berjanji kepada maura kalu dia kan kemabli lagi.
Setelah sampai di batuan, dayang kaw yang ikut bersama meraka berunding dengan lanun tambok. Lanun tambok mengijinkan tapi merekan harus membayar sejumlah uang kepada lenun itu dan mereka juga hanya di beri waktu selama tiga hari. Pulau demi pulau dari kepulauan itu ikal singgahi tapi mereka juga tak menmukan aling. Akhirny pada hari terahir ikal berhasil menemukan aling di sebuah gubug.
Akhirnya, A Ling ditemukan di Batuan, dan mereka akhirnya bisa pulang. Sesampainya di Belitong, Ikal dipaksa lagi untuk ke dokter gigi dan Ikal mau. Padahal ada orang yang sudah bertaruh bahwa Ikal tidak akan pernah ke dokter gigi. Pada akhir cerita, Ikal meminta izin kepada ayahnya untuk meminang A Ling tetapi… tidak diperbolehkan…
II. ANALISIS UNSUR NOVEL
1) Unsur intrinsik
a. Tema : pencarian belahan jiwa
b. Amanat : kita harus selalu berusaha jika ingin berhasil, sesuatu tidak di dapatkan
Dengan mudah sebuah butuh perjuangan dan proses.
c. Alur : maju
d. Setting : belitung, pulau bangka , kepulauan batuan, jakarta , inggris
e. Penokohan
1) Protagonis
v Ikal : bijaksna, cerdas, cermat
2) Antagonis
Lanun tambok :
3) Pendukung
v Lintang : baik hati, pengertian, cedas
v Profesor turnbull : keras kepala
v Bang zaitun : jujur
v Ketua karmun : bijaksana
v harun : pengertian , baik hati
v ibu : baik hati, keras kepala, tegas, pemaaf
v ayah : pemaaf, bijaksana, pendiam
v budi ardiaz : pintar, bujaksana,
v kucai : pemaaf
v samson : kurang pintar, kuat
v ki chong : pemaaf , baik hati
v arai : jujur, cerdas, keras kepala
v Zakiah nurmala : baik hati
v maura : baik hati
v zainul arifin : pembual
v a tong :
v a ngong :
v mahar : misterius
v Zainul arifin : pembual
v Dukun a put : bijaksana
V. Unsur ekstrinsik
a. Nilai keagamaan
Tidak banyak nilai keagamaan yang ditonjolkan dalam novel ini bahkan hampir di bilang tidak ada. Hanya ada pada bagian ketika ikal menerangkan betapa bagus suara aria ketika mengaji. Dan cerita tentang bagaimana aria bias mengaji dengan faseh.
b. Nilai moral
Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha. Usaha demi usaha nantinay akan menghasilkan hasil yang maksimal. Hanya saja semua itu tidak bisa diraih secara cepat, semua itu butuh proses.
c. Nila sosial/kebudayaan
Nilai budaya melayu sangat banyak di ceritakan dalam novel ini seperti terlihat pada bagian ketika diceritakan kebiasaan kebiasaan orang melyu mulai dari suku sawang sampai melayu. Suku melyu lebih suka berkumpul di warung kopi dan mengobrol hal hal yang tidak penting.
V. Kelabihan dan kekurangan
v Kelebihan
Seri terakhir lebih humoris tapi walaupun begitu tetapi pesan yang disampaikan tetap dapat di sampaikan dengan baik. Jalanya ceritanya sangat imajinatif. Penggabungan antara sejarah dan khyalan juga sangat pas. Bahasa yang digunakan juga lebih mudah unutk dipahami dari pada novelnya yang terdahulu.
v Kekurangan
novel seri terhair tetra logi lascar pelangi ini kurang memberikan kesan yang dalam pada pembaca nya. Hanya pada bagian tengah dan terahir saja yang berkesan.
VI. Sasaran
Buku ini bagus di baja oleh para remaja usia sma Karen di buku ini banyak di ceritakan kisah kisah yang dapat memotivasi merka untuk selalu berusaha. Buku ini juga cocok untuk di baca oleh orang dewasa karena didalam juga diceritakan kisah cinta yang luar biasa. Keasetian seorang lelaki yang hanya mencintai seorang wanita. Dan di pun sudah mencarinya hamper keseluruh bagian dunia.
VII.Penutup
Saya berharap dengan membuat resensi buku ini banyak orang yang mau membaca buku ini. Karena didalam buku ini terkandung niali-nilai moral yang luar biasa banyak nya.
Resensi mungkin dapat dijadikan gambaran tentang buku ini. Semoga resensi ini dapa bermanfaat untuk kita semua